Olahraga itu Sehat dan Menyehatkan. Masa Sih?





Halo Sobat MORA. Gimana kabar hari ini? Semoga sehat selalu ya.

Masa pandemi seperti ini, kita harus selalu jaga kesehatan, diantaranya dengan olahraga. Sobat MORA udah tau kan, kalo olahraga berperan penting dalam menjaga imunitas kita? Nah, sobat MORA suka olahraga apa nih? Gowes, jogging, badminton, tenis, panahan, atau mungkin golf? Apapun olahraganya, minumnya tetap es teh manis ya sobat. Eh, maksudnya, tetap perbanyak air putih, supaya tetap terhidrasi dengan baik ya.

Sobat MORA mungkin pernah baca berita, beberapa kali ada pegowes yang meninggal saat sedang gowes. Ada juga pebulutangkis yang meninggal waktu lagi bermain bulutangkis, belum lagi berbagai kisah dan cerita olahragawan yang cedera saat sedang berolahraga. Berita-berita seperti itu kadang membuat kita berpikir, kok bisa ya, ada kejadian seperti itu. Kan katanya berolahraga itu sehat. Katanya berolahraga bikin badan jadi bugar. Tapi kok banyak berita pegiat olahraga yang cedera, kesakitan, bahkan ada yang meninggal. Kenapa yaa???

Selidik punya selidik, ternyata meski olahraga itu sehat dan menyehatkan, kalo cara melakukannya salah, bisa berakibat yang tidak baik bahkan fatal. Nah, sobat MORA mau tau olahraga yang sehat dan menyehatkan kaya apa? Kuy dikepoin.

  1. Pemanasan dan pendinginan

Banyak diantara kita yang rada males ngelakuin pemanasan. Padahal ternyata pemanasan ini penting lho, Sobat MORA. Banyak cedera yang terjadi gara-gara yang berolahraga ga pake pemanasan dulu. Pemanasan perlu supaya tubuh siap melakukan aktifitas berat. Ga kalah penting, pendinginan juga perlu supaya otot ga tegang, setelah diajak aktifitas olahraga yang berat.

 

  1. Frekuensi

Sebagian besar ahli olahraga dan kesehatan menyarankan olahraga dilakukan sekitar tiga sampai empat kali sepekan. Hal ini diambil dari acuan bahwa untuk orang dewasa, minimal olahraga yang perlu dilakukan adalah sebanyak 150 menit per minggu. Ternyata, olahraga setiap hari malah tidak baik, soalnya tubuh perlu waktu untuk pemulihan. Jadi harus ada jeda supaya tubuh sempat beristirahat. Nah, sobat MORA harus berhati-hati ya, jangan sampai berolahraga kelewat dosis.

 

  1. Kondisi tubuh

Tubuh yang sakit, atau lagi ga enak badan, sebetulnya adalah sinyal bahwa tubuh perlu istirahat untuk pemulihan. Nah, ada sebagian kita yang kondisi tubuhnya lagi ga prima, ternyata malah dipaksa untuk berolahraga yang berat. Akhirnya, bukannya tubuh jadi sehat, ternyata malah dapet cedera atau kondisi drop. Kalo tubuh lagi kurang sehat, sebaiknya cukup olahraga yang ringan aja, atau bahkan istirahat penuh, kalo emang perlu. Jangan dipaksa untuk terus berolahraga atau beraktifitas berat. Sobat MORA yang punya penyakit khusus juga perlu memperhatikan kondisinya. Bagi yang punya penyakit diabetes, jantung atau paru-paru misalnya, menyesuaikan bentuk dan porsi olahraganya supaya tidak malah kontra produktif ke tubuh.

 

  1. Sesuai porsi

Berolahraga memang baik dan bisa bikin sehat, tapi kalo dilakukan tidak sesuai dengan porsinya, ternyata malah bisa bikin tubuh ga sehat. Buat sobat MORA yang berusia 20-30 tahun misalnya, pasti punya porsi olahraga yang berbeda dengan yang berusia diatas 40 tahun. Untuk mereka yang berusia diatas 40 tahun, sebaiknya sudah mulai mengurangi atau menghindari olahraga intensitas berat dan yang menggunakan otot intensitas tinggi, seperti berlari, badminton atau tenis. Olahraga tersebut tetap bisa dilakukan, tapi tentunya dengan intensitas yang diturunkan.

Buat sobat MORA yang punya berat badan yang relatif seimbang tentu juga punya gerakan dan porsi dengan yang berat badannya relatif tidak seimbang. Buat yang berat badannya relatif berlebih, tentunya perlu gerakan olahraga yang relatif tidak membebani otot secara berlebih, namun durasi olahraganya perlu diperpanjang, apabila ingin mengurangi berat badannya. Sebaliknya, sobat MORA yang berat badannya relatif kurang, apalagi buat yang cungkring, sebaiknya cari gerakan olahraga yang bisa menambah massa otot, supaya tubuh jadi lebih berisi.

 

  1. Rencana yang realistis

Ada ujar ujar yang bilang, merencanakan tanpa bertindak adalah berangan-angan alias nonsense, sedangkan bertindak tanpa merencanakan adalah sama dengan merencanakan kegagalan. Rencana yang terlalu muluk juga seringkali malah ga terwujud karena ga mulai-mulai. Coba deh sobat MORA bikin rencana olahraga yang simple aja, tapi bisa tercapai. Misalnya, olahraga pagi hari setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at, sebelum berangkat sekolah atau kerja. Sekalian tentukan ukuran olahraganya ya. Misalnya, olahraga minimal 30 menit setiap waktu berolahraga tersebut. Rencana yang sederhana seperti ini, biasanya malah lebih mudah terlaksana dan jadi rutinitas, daripada bikin target yang muluk, seperti misalnya ingin punya badan seperti Ade Rai dalam waktu dua minggu.

 

Nah, sobat MORA, itulah sedikit cara supaya olahraga yang kita lakukan jadi sehat dan menyehatkan. Olahraga ga bisa hanya asal gerak, karena malah beresiko bikin cedera, atau malah bisa lebih fatal. Olahraga emang perlu, supaya badan dan pikiran tetap fresh dan sehat, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Tapi ternyata, olahraga yang sehat dan menyehatkan juga bukan cuma yang asal gerak, perlu ada ilmu dan pengetahuan yang sesuai supaya tujuan berolahraga bisa tercapai.

 

~ AM, 12.1.22 ~

 

Sumber:

  1. https://www.rexona.com/id/gerak-tak-terbatas/4-cara-olahraga-yang-benar-untuk-dapatkan-hasil-maksimal.html
  2. https://hellosehat.com/kebugaran/olahraga-lainnya/berapa-lama-olahraga-yang-baik/
  3. https://www.sehatq.com/artikel/panduan-olahraga-yang-efektif



×