Konservator, Sang Dokter Koleksi Museum





Halo Sobat Mora di manapun kalian berada, semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat ya. Sobat Mora yang mengunjungi museum pastinya ingin melihat koleksi apa saja yang dipamerkan di museum. Pernahkah Sobat Mora bertanya-tanya apabila koleksi yang dipamerkan mengalami kerusakan atau kotor? Bagaimana cara museum menjaga koleksi supaya tetap dalam keadaan yang baik?

Nah Sobat Mora ternyata museum wajib merawat koleksinya loh, hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum. Lalu siapa sih yang bertugas untuk merawat koleksi? Sebenarnya semua pegawai museum harus merawat koleksi agar tetap lestari dan dapat dilihat oleh semua orang. Akan tetapi ada petugas teknis yang pekerjaannya seperti dokter, namun bukan untuk merawat orang sakit ya. Dokter yang khusus merawat koleksi museum adalah konservator.

Konservator menurut KBBI adalah orang yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, pemugaran, dan perbaikan benda-benda museum. Sedangkan dalam PP Nomor Nomor 66 Tahun 2015 Konservator yaitu petugas teknis yang melakukan kegiatan pemeliharaan dan perawatan koleksi. Kegiatan yang dilakukan oleh konservator disebut dengan konservasi. Konservasi dalam KBBI adalah pemeliharaan dan pelindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Kegiatan konservasi yang dilakukan khusus pemeliharaan dan perawatan terhadap koleksi museum.

Benda-benda di museum sangat berharga bagi masyarakat masa kini dan masa depan, karena membawa pesan, makna, dan pemanfaatan yang bersifat spiritual, historis, ilmiah, estetika, dari masa lalu yang dapat digali sebagai sumber ilmu pengetahuan. Maka dari itu kita harus merawat benda-benda ini dengan baik dan memastikannya secara fisik agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di masa depan. Hal ini merupakan peran penting dari konservasi yang merupakan bagian dari fungsi museum. Konservasi mencakup pencegahan, respons, dan pemulihan terhadap terjadinya proses atau peristiwa yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan koleksi.

Kegiatan konservasi koleksi museum melibatkan tim profesional yang terlatih, dan berdasarkan pengetahuan serta sumber daya yang tersedia. Karena koleksi museum terdiri dari banyak jenis bahan, sehingga diperlukan ilmu khusus di dalamnya. Contohnya di Museum Olahraga Nasional, terdapat koleksi berupa medali yang berbahan logam. Maka konservator harus menguasai ilmu pencegahan kerusakan pada logam, tindakan yang diambil apabila teridentifikasi kerusakan pada logam, dan bagaimana cara memulihkan logam yang sudah rusak atau berkarat.

Sobat Mora, ternyata tidak mudah ya merawat koleksi museum, maka dari itu dibutuhkan seorang “dokter” yaitu konservator untuk merawat koleksi. Merekalah yang bekerja di balik layar demi terjaganya koleksi museum. Rangkaian kegiatan inilah yang dapat menjaga kelestarian koleksi sehingga dapat dimanfaatkan di masa depan. Sobat Mora juga bisa berkontribusi merawat koleksi dengan cara menaati peraturan yang berlaku di museum seperti tidak melakukan vandalisme terhadap koleksi museum ya.



×