New Year, New Hope: Opening Up New Possibilities





Hai Sobat MORA, apa kabar di tahun baru ini?

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan Tuhan limpahkan keberkahan.

Ngomong-ngomong soal tahun baru, banyak orang yang suka bikin resolusi untuk tahun baru. Apa sobat MORA termasuk yang suka bikin resolusi tahun baru? ­Care to share? Apa aja nih resolusi tahun baru sobat MORA, kali ini?

Mungkin ada yang resolusinya mau cari kerja? Ada yang berharap tahun ini bisa punya rumah? Atau mungkin ada yang resolusinya tahun ini mulai kuliah? Entah kuliah S1, S2 atau bahkan S3. Wuih, keren banget. Atau buat sobat MORA yang jomblo-er, mungkin ada yang resolusinya tahun ini pengen segera nikah? Semoga Tuhan kabulkan yaa. Sekadar ngasi tau aja, Museum Olahraga bisa jadi venue pernikahan yang menarik loh. Ada aula, ada taman, ada lapangan, ada kolamnya, ada tempat parkir yang luas dan sebagainya.  Ceritanya lagi promosi nih, hihihi.

Apapun resolusinya, rasanya kita semua setuju, bahwa target apapun akan sulit diwujudkan kalo ga ada usaha mencapai tujuan tersebut. Betul, apa betul nih?

 Untuk itu, sepertinya kita perlu perencanaan yang baik supaya bisa mencapai tujuan kita.  Nah, sekarang, MORA mau sharing sedikit soal cara bikin perencanaan yang baik. Kuy dikepoin.

--------

Banyak teori soal cara bikin perencanaan, ada PDAC (Plan Do Action Check), POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling), dan lainnya. MORA kali ini mau bahas teori SMART. SMART ini kependekan dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Timely.

Specific (Spesifik)

Perencanaan yang baik harus ada target yang spesifik, alias jelas. Kalo misalnya sobat MORA punya target untuk menikah di tahun 2022, sebaiknya jelas calon yang dituju. Buat yang cowo misalnya, jangan sampe karena targetnya ga spesifik, ternyata malah dapet pasangan yang tulang lunak alias melambai.

Measurable (Terukur)

Harus ada indikator pengukuran yang jelas soal ketercapaian target. Misalnya sobat MORA punya target ngebahagiain orang tua, nah bagusnya dibikin dah indikator bahagianya orang tua. Misalnya orang tua bahagia dengan rumah di Pondok Indah, deposito 2M, jalan-jalan enam bulan ke Eropa, dan muter-muter keliling dunia, baik dunia nyata maupun dunia alien.

Achievable (Dapat dicapai)

Target yang dipasang harus memang dapat dicapai, bukan bagai pungguk merindukan bulan, apalagi halu tingkat dewa. Kembali ke soal target menikah, buat sobat MORA yang cowo, mimpi sih boleh aja, tapi jangan halu ngincer Lisa Blackpink yak.

Realistic (Realistis)

Sesuai sumber daya yang dipunyai, secara hitungan diatas kertas target masih bisa dicapai. Misalnya timnas sepak bola kita pasang target dapet piala di Piala Dunia 2022. Bola memang bundar, tapi target yang kaya gini belom realistis untuk saat ini.

Timely (Batasan waktu)

Jangan lupa bikin batasan waktu yang jelas buat mencapai target ya, sobat MORA. Buat yang punya target nyelesein skripsi misalnya, waktu ditanya kapan target selesainya, jangan dijawab May ya…. Maybe selesai, maybe engga ….

 

Nah, sobat MORA, buat yang udah bikin resolusi tahun baru, jangan lupa dicatet. Tempel gede-gede di dinding kamar, biar resolusinya ga cuma nongol di angan-angan aja. Bikin perencanaan yang ciamik, biar terus terpacu buat ngewujudin itu resolusi. Time flies, seringkali ga terasa tau-tau dah mau tahun baru berikutnya, dan ternyata status masih sendiri cuma berteman guling tiap malam.

 

~ AM, 1.1.22 ~

Gambar diambil dari https://starglammagz.com/2021/02/20/mengenal-smart-goals-untuk-resolusi-2021/



×